Penulisan Bilangan

Rabu, 15 Desember 2010

• Penulisan bilangan bertingakat terdapat dua cara, yaitu :
a. Jika memakai angka Romawi tidak perlu di beri tanda hubung. Contoh : Hamengkubuwono X, abad XXI, pasal 29.
b. Jika tidak memakai angka romawi maka harus diberi tanda hubung. Contoh : bab ke-4.

• Penulisan bilangan yang menadapat akhiran –an harus diberi tanda hubung. Contoh : Uang 1000-an, tahun ’50-an.




• Angka atau bilangan yang jika ditulis dengan huruf hanya menjadi satu atau dua kata sebaiknya ditulis dengan huruf, kecuali untuk banyak bilangan yang dipakai berurutan sebagai perincian sesuatu sebelumnya. Contoh : Andi makan sampai tiga kali, ayah memesan tiga ratus ekor ayam, di meja itu terdapat 5 pensil, 12 penghapus, dan 10 buku.

• Angka yang bertempat di awal kalimat ditulis dengan huruf untuk memperhalus tampilan. Contoh : Lima belas orang menjadi korban tanah longsor itu.

• Angka yang menunjukan bilangan utuh yang besar dapat di eja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Contoh : Tabungan ayahku mencapai 10 juta.

• Bilangan yang ditulis dengan angka tidak perlu disertai dengan huruf sekaligus, juga sebaliknya kecuali untuk dokumen khusus. Contoh : Kakakku mempunyai 16 pensil. Contoh yang salah : Kakakku mempunyai 16 (enam belas) pensil.

• Jika bilangan dilambangkan dengan huruf dan angka, penulisannya harus tepat. Contoh ; Rumah ini saya jual seharga Rp.5.500.000,00 (lima juta lima ratus ribu rupiah).

0 komentar:

Posting Komentar